milki rijal ashari
23 januari 2015
hari yang selalu jadi dinantikan, tepat pada jam 06.00 persiapan keberangkatan menuju kota makkah almukarromah untuk umroh. diiringi teman-teman lpdp menuju tempat pemberangkatan taxi di dlohiyah amir hasan. pagi hari yang dingin dengan selimut embun pagi, menambah sebuah arti, bahwa cuaca terkadang terlupakan karena besarnya impian. saat sinar matahari pun belum sanggup muncul, tapi tidak untuk para supir taxi di salah satu negeri syam ini, taxi shubuh selalu ada, bisa jadi mereka yang selalu mengerjakan sholat shubuh tak pernah terlelap ingin kehilangan kesempatan tuk segera mencari rizki dibumi allah ini.

dengan membayar 2 JD (senilai Rp. 40.000) taxi pun meluncur ke terminal bis (mujamma syimal) tempat bis keberangkatan rombongan umroh dari jamiyyah islamiyyah atssaqofiyyah. terlihat mobil mobil bis yang siap menunggu para penumangnya dipagi hari tapi tak sama hal nya dengan bis yang akan kami gunakan. Setelah sempat menunggu dan mencari, ternyata berada jauh dari tempat menunggu yang dibayangkan. Terlihat para pemuda dan para remaja ambil bagian dari rombongan jamiyyah ini, setelah memasukkan koper dan memastikan keberangkatan dan jumlah penumpang, bis pun berangkat. Bis yang digunakan untuk menempuh jarak tempat ribuah KM ini terlihat sederhana, tidak seperti bis pada umumnya, terlihat sempit. Penumpang seiring perjalanan terus bertambah, karena memang tidak semua penumpang rombongan bertolak dari tempat yang sama.
3 jam sudah kira-kira perjalanan ditempuh, waktu istirahat pertama pun tiba disebuah warung atau toko. Sarapan pagi tentu saja menjadi pekerjaan tepat disaat istirahat sempit ini, taka da pilihan lain selain sandwich arab menjadi santapan. Sambil menyantap, sesekali para remaja arab menyapa dan berkenalan hingga pada selfi. Memang tak asing bagi mereka untuk bertemu dengan wajah-wajah asean, hal itu terlihat dari tebakan mereka bahwa kami adalah orang Malaysia.
Perjalanan panjang terus berlalu hingga menuju perbatasan Jordan-saudi, terlihat 3 buah  gerbang besar harus dilewati untuk sebuah pemeriksaan. Dari mulai pintu keluar Jordan untuk pemeriksaan paspor, berlanjut ke tempat cap pemberangkatan di imigrasi Jordan. Berlanjut ke gerbang masuk Saudi, pemeriksaan paspor, hingga pemeriksaan barang bawaan.  Semua berjalan sangat lama, berbeda hal nya jika semua dilakukan melalui udara. Terlebih lagi pemeriksaan barang sempat menemukan masalah antara supir dan polisi perbatasan, ditambah juga dengan cara pemeriksaan barang yang manual. Semua proses ini memang mesti dilakukan, walaupun sangat melelahkan. Namun tak terbayangkan dengan kerja keras para penjaga keamanan ini, siang malam mesti siap melayani kedatangan para pengunjung yang datang ke negerinya.
Setelah berlama-lama diperjalanan, melewati ratusan KM padang pasir dan gurun, diselangi istirahat disetiap 3 kali shalat dalam satu hari diiringi ceramah-ceramah dan pengarahan menjelang umroh, akhirnya sampai di tempat tujuan bir ali.
Bir ali adalah tempat bertolak nya umroh atau haji bagi orang syam, sering disebut juga dengan miqot. Dengan kata lain semua orang yang melawati tempat ini, mesti melakukan start dari tempat ini. Disinilah mandi, memakai wangi-wangian, shalat sunnat ihrom dan niat ihrom dilakukan. Ribuan atau ratusan jamaah mempersiapkan diri untuk memenuhi syarat dan rukun umroh. tak terkecuali bagi saya yang melaksanakan umroh tuk pertama kalinya. Rasa senang dan terharu tak bisa digambarkan walau dengan tangisan karena sesaat lagi akan datang ke tempat Dimana nabi dilahirkan, tempat yang penuh bersejarah bagi perjalanan islam.